MATERI IPS KELAS III SEMESTER II
Standar
kmpetensi : .
Memahami jenis
pekerjaan dan penggunaan uang
Kompetensi dasar : Mengenal sejarah uang
JENIS-JENIS UANG
Setiap
hari kalian meminta uang kepada ayah ibu. Kalian gunakan untuk apa uang
tersebut? Dapatkah kalian membeli buku dengan kayu ? Segala sesuatu yang kalian
beli harus dibayar dengan uang. Bagaimana uang dapat ditemukan? Mengapa setiap
orang perlu uang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kalian pelajari bab ini.
Pada zaman dahulu, manusia menghasilkan barang-barang sendiri untuk mencukupi
kebutuhannya. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan, manusia tidak mampu
lagi memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu, untuk memenuhi
kebutuhannya, setiap orang membutuhkan orang lain. Kebutuhan terhadap barang
dan jasa yang tidak dapat diproduksi sendiri diperoleh dari pihak lain yang
dilakukan dengan cara barter. Barter adalah proses tukar-menukar barang.
Perlu Anda ketahui, Uang berdasarkan
bentuknya bisa dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain yaitu:
- Uang Fiat. Kategori bentuk uang yang termasuk uang fiat memiliki sifat dimana nilai nominalnya jauh lebih tinggi dari bahan pembuat uangnya. Jadi bentuk uang tersebut ditetapkan oleh pemerintahan negera sebagai alat tukar uang sah dalam berbisnis. Untuk memperjelasnya, uang lembaran Rp100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat ditukarkan / dibelikan barang dengan nilai setara Rp.100.000,- tapi bila kita lihat bahan pembuat uangnya tidak bernilai seperti itu. Uang kertas dengan nominal yang lain, nilai zat pembuatnya mungkin sama, namun nilai nominalnya berbeda sesuai dengan angka nominal yang tercantum diatasnya.
Uang
komoditas. Uang bentuk ini memiliki ciri yaitu nilai nominal yang tercantum
didalamnya memiliki nilai yang sama dengan intrinsiknya, bila dilihat dari
bahan pembuatnya. Jenis uang komoditas ini contohnya emas dan perak, yang dulu
digunakan sebagai alat tukar dan bertransaksi bisnis, dimana nilainya sama
dengan nilai yang tertera pada uang tersebut. Tentunya uang komoditas dengan
nilai nominal lebih kecil memiliki berat yang juga kecil dan uang komoditas
dengan nilai yang besar memiliki berat yang lebih besar.
Dalam perkembangannya, ternyata cara
barter menemui beberapa kesulitan sebagai berikut.
Sulit menemukan orang yang cocok untuk diajak barter.
Sulit menemukan nilai barang yang akan ditukarkan.
Sulit untuk menyimpan barang yang ditukarkan.
Kesulitan yang terdapat dalam barter
akhirnya mendorong munculnya cara lain untuk melakukan tukar-menukar, yaitu
pertukaran dengan uang barang. Uang barang dapat berupa kulit, emas, kerang,
atau garam. Penggunaan uang barang ternyata juga memiliki banyak kesulitan.
Kesulitan tersebut timbul karena pada umumnya barang yang dipakai sebagai
perantara mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1.
Nilainya Tidak Stabil
Untuk barang-barang tertentu sering
mengalami perubahan nilai dalam waktu yang relatif singkat.
2.
Sulit Disimpan
Orang mengalami kesulitan untuk
menyimpan barang-barang tertentu atau mungkin untuk menyimpan dibutuhkan biaya
yang cukup besar.
3.
Tidak Tahan Lama
Beberapa barang yang dipakai sebagai
uang barang ternyata ada yang mudah rusak, misalnya garam. Garam akan mencair
jika disimpan terlalu lama.
4.
Sulit untuk Dipindahkan ke Tempat Lain
Ada sebagian barang yang sulit
dipindahkan karena ukurannya yang terlalu besar atau mungkin bobotnya yang
terlalu berat. Hal tersebut dapat mempersulit seseorang jika dia ingin
bepergian ke tempat yang cukup jauh.
Alasan Menggunakan
Uang Barang :
Kesulitan-kesulitan
yang ditimbulkan oleh uang barang membuat manusia memilih emas dan perak untuk
dipakai sebagai perantara tukarmenukar dengan alasan sebagai berikut.
a)
Mudah dibawa pergi atau dipindahkan.
b)
Diterima dan dipercaya oleh umum.
c)
Jumlahnya terbatas.
d) Tahan
lama atau tidak mudah rusak.
e)
Mudah disimpan.
f)
Nilainya tetap untuk jangka waktu yang panjang.
Manusia
kemudian membuat uang dari bahan emas dan perak. Dalam perkembangan
selanjutnya, uang logam yang beredar di masyarakat tidak lagi terbuat dari emas
dan perak. Namun, pada umumnya terbuat dari perunggu dan aluminium karena nilai
emas terlalu tinggi. Selain uang logam, kita juga menggunakan uang kertas,
yaitu uang yang bahan pembuatnya berasal dari kertas. Alasan manusia memilih
perunggu, aluminium, dan kertas sebagai bahan untuk membuat uang adalah karena
ketiga benda tersebut harganya lebih murah dibanding benda lain, terutama jika
dibandingkan dengan emas dan perak. Berdasarkan uraian mengenai tahap atau asal
usul uang tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan uang
adalah benda yang memiliki syarat-syarat tertentu yang dapat digunakan atau
diterima oleh masyarakat sebagai perantara dalam melakukan tukar-menukar barang
dan jasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar